PERISAI SPIRITUAL DALAM DISTRUPSI DIGITAL: UPAYA IMPLEMENTASI TERAPI QUR'ANI BAGI TRAUMA AKIBAT SOSIAL MEDIA


Adapun mayoritas pemeluk agama terbanyak di Indonesia ialah muslim, menurut informasi yang dikutip dari sebuah https://indonesia.go.id/profil/agama. yakni mayoritas masyarakat menganut agama muslin di Indonesia. Maka sudah bisa dipastikan masyarakat seharusnya sudah pasti terikat dengan nilai-nilai spiritual yang tinggi dikala sudah merambatnya paradigma distrupsi digital. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa komunitas harus dikaitkan dengan nilai -nilai spiritual yang tinggi ketika menyebarkan paradigma digital yang jauh. Ini bukan hanya tentang memperluas hubungan, tetapi juga tentang persepsi pertimbangan etis dan moral di dunia maya. (Barsihannor, 2025)

Namun meskipun masyarakat Indonesia terikat dengan nilai-nilai spiritual namun tidak bisa dipastikan tidak sedikit masyarakat bahkan para remaja yang timbul atau memiliki ketegangan mental seperti stres bahkan trauma dikarenakan persoalan yang ditimbulkan dari media sosial. Dimulai banyak permasalah yang terjadi pada umunya yang bertempat di media sosial  yang dapat menimbulkan presfektif negatif yakni menghujat bahkan tidak sedikit konflik pelecehan seksual yang terjadi di media sosial. Hingga membuat korban dapat merasakan trauma. Selain terjadinya ketegangan mental yang diakibatkan oleh media sosial, dapat juga terjadinya permasalahan emosional (Muhammad Almi, Edi Hermanto, Mhd.Raihan Hidayatullah, Wida Putri Astuti , 2024).

Dengan berbagai permasalahan individu yang dihasilkan dari media sosial membuat kita sebagaimana harus bisa menemukan  perisai atas segala macam persoalan yang terjadi untuk era kedepannya. Maka dari itu nilai-nilai spiritual benar benar harus di implementasikan kepada orang yang memiliki ketegangan mental. Salah satu hal yang menjadi tameng untuk bisa menyembuhkan serta mengontrol diri dari segala permasalahan yang mengelilingi dikala era distrupsi digital saat ini yakni dengan meningkatkan diri kita melalui pendekatan Al-Qur’an yang menjadi salah satu solusi berupa terapi serta menjadi sebuah ketenangan hati bagi segala macam permasalahan yang ada pada diri bila di implementasikan dengan baik.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam macam RAS, budaya, bahasa daerah, agama, serta hal yang lainnya. Dengan keberagaman agama yang ada di Indonesia dengan adanya penganut agama terbanyak di Indonesia menurut dari informasi yang diambil dari https://indonesia.go.id/profil/agama. Sehingga selain memiliki beragam keagamaan, masyarakat turut melestarikan hal yang sudah menjadi adat istiadat sejak leluhur. Seiring semakin menuruti kemajuan Era globalisasi yang terus merambatkan paradigma distrupsi digital yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Hingga tidak memandang untuk mempengaruhi sebagian generasi namun secara keseluruhan yakni, antara lintas generasi  turut merasakan dampak dari distrupsi digital.  Dalam hal ini, peningkatan nilai spiritual dalam diri menjadi salah satu hal yang penting untuk menghadapi berbagai macam permasalahan yang biasanya terjadi dalam berbagai hal, terutama dalam diri individu.

Adapun semakin majunya Era, setiap individu seharusnya mempunya sebuah tameng yang mampu menghindari dari berbagai permasalahan dengan mudahnya dapat ditimbulkan dari sebuah lingkungan yang biasanya mampu membuat seseorang merasa puas mengekspresikan segala hal. Yakni yang biasanya disebut dengan lingkungan media sosial. (Gani, 2020) Lingkungan yang didalamnya mampu mendapatkan interaksi sosial antara individu satu dengan yang lainnya sehingga, terkadang seseorang bisa merasa mendapatkan teman serta merasakan sebuah kepuasan. Namun didalam sebuah lingkungan media sosial juga membutuhkan sebuah nilai-nilai, norma serta budaya yang seharusnya tidak boleh luntur, sebagaimana sudah menjadi adat istiadat yang dimiliki oleh Indinesia.

Era globalisasi yang menghadirkan segala macam pearadigma secara besar besaran dengan didukungnya berbagai macam kemajuan teknologi berupa transformasi digital yang dapat menghasilkan berbagai macam Smart Phone. Hingga mampu menghasilkan berbagai permasalah yang timbul dikala era globalisasi yakni kecemasan serta stress, trauma yang biasanya diakibatkan karena mendapatkan komentar hal yang negative atau mendapatkan pelecehan seksual di lingkungan sosial media,  Kehilangan empati, serta resiko terjerumus ke dalam hal yang negatif,  Hal ini bisa dipicu akibat kurangnya pegangan atau iringan spiritual yang melekat dalam diri individu. (Gani, 2020) Kesehatan mental diri individu menjadi peran utama dikala hadirnya lingkungan sosial media saat ini yakni juga tidak sedikit yang merasakan tekanan  sebuah pencitraan atau yang biasanya disebut dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO). Berbagai konten yang dihasilkan tanpa memandang objek yang akan mengonsumsi konten tersebut nantinya.

Dengan segala permasalaahan dalam diri yang dihasilkan dari berbagai macam sudut pandang terhadap kemajuan teknologi. Maka dari itu, betapa pentingnya peran terhadap diri individu untuk tetap memiliki pegangan spiritual yang kuat. Salah satu solusi yang membuat kuat yakni dengan nilai spiritual dalam diri. Adapun untuk menghasilkan nilai nilai spiritual dalam diri individu dengan melakukan sebuah pendekatan terhadap yang menghasilkan sebuah nilai-nilai hukum, yakni Al-Qur’an. Dikarenakan Al-Qur’an memiliki nilai yang sangat tinggi sebagai sumber utama serta menjadi peranan dalam pembentukan karakter spiritual muslim. Adapun dengan pendekatan psikologi dan spiritual, bagaimana melihat Al-Qur’an sebagai sebuah pedoman yang menennagkan hati serta jiwa serta memberikan harapan sekaligus sebagai terapi dalam menghadapi segala macam persoalan dalam hidup.

Adapun Al-Qur’an  bisa dijadikan sebuah pendekatan dalam diri sebagai bentuk Tadabbur atau merenungi makna ayat yang ada didalam Al-Qur’an sebagai bentuk membantu mengatasi dari segala permasalahan dalam diri yang ditimbulan oleh era globalisasi saat ini. Adapun Firman Allah SWT sebagai ayat terapi Tadabbur yakni:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ۝٢٨٦

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

 Segala permasalahan yang terjadi dalam diri individu, yang  ditimbulkan dari lingkungan media sosial yang menjadi distraksi terhadap diri kita sendiri. (Hidayat, 2017) apabila diri individu tidak memiliki sebuah pondasi yang kuat terhadap nilai-nilai spiritual, serta tidak mengaplikasikan terapi Al-Qur’an terhadap diri maka diri tidak memiliki pondasi yang kuat sebagai tameng yang digunakan untuk menghadapi sudut pandang negative dari lingkungan media sosial, karena dalam Al-Qur’an terdapat motivasi-motivasi serta mampu membimbing, mengembangkan, serta meningkatkan pribadi manusia menjadi sebuah pribadi ke taraf kesempurnaan insani.




DAFTAR PUSTAKA

Barsihannor. (2025, January 23). Wajah Modenitas: Krisis Spiritual dan Ancaman bagi Kemanusiaan. p. 1.

Gani, A. G. (2020). Pengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Anak Remaja . 37.

Hidayat, A. (2017). Psikologi dan Kepribadian Manusia: Perspektif Al-Qur’an Dan Pendidikan Isla. Jurnal Penelitian, 469.

Mamlukah, Vemy Tri Apriliany, Isti Kumalasari. (2022). PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KECEMASAN, STRES DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA (STUDI KASUS : PT. ARTERIA DAYA MULIA (ARIDA) CIREBON. JURNAL ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA, 88.

Moh. Irmawan Jauhari, M. L. (2020). NILAI-NILAI PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN. JURNAL PIWULANG, 116.

Muhammad Almi, Edi Hermanto, Mhd.Raihan Hidayatullah, Wida Putri Astuti . (2024). PENDEKATAN AL-QUR’AN DALAM MENGATASI TRAUMA ANAK BROKEN HOME DALAM Q.S. Al-BAQARAH AYAT 286 ( KAJIAN TAFSIR AL-MARAGHI). El-Mu’jam: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Al-Hadis, 207.

Komentar